Search This Blog

Winter in Korea: Pemandangan Menjanjikan Musim Dingin di negeri Ginseng

Sebelumnya memang saya sudah pernah menuliskan cerita tentang Korea Selatan ( http://topikwisata.blogspot.com/2013/07/korea-dahulu-disebut-sebagai-negeri.html). Kali ini saya akan membahas sedikit lebih spesifik yakni tentang musim dingin di Korea. Saya melihat Korea Selatan sebagai sebuah negara dengan keunikan tersendiri yang mana mungkin tidak ada di negara lain. Sebagai salah satunya adalah bagaimana negara ini memiliki pemandangan yang berbeda di setiap musimnya. Memang pemandangan terindah di Korea terdapat di musim dingin dan musim gugur sehingga syuting film Winter Sonata juga diambil pada periode tersebut.


Kemarin saya sempat mengunjungi Negeri ginseng tersebut pada musim dingin. Ingin melihat sebuah pemandangan yang sangat menjanjikan dengan balutan salju. Suhu sudah menunjukkan 2 derajat dengan suhu tertinggi dan terendah bisa menyentuh hampit minus 10. Terasa dingin ya memang tetapi dengan berpakaian tebal saja sudah cukup mengatasi karena ada awalnya saya mengkhawatirkan orang tua saya yang tidak tahan udara dingin.

Setelah melakukan penerbangan cukup lama kami tiba di kota Incheon. Udara dingin telah menyapa kami dengan ramah. Kondisi bandara Incheon saat itu sangat ramai sekali dengan turis mancanegara. Di sini saya cukup heran kenapa banyak sekali turis datang ke Korea yang mana juga negara yang dalam kondisi sangat dingin. Tanpa menghiraukan langsung saja kami membereskan segalanya di bandara dan segera melanjutkan perjalanan. Hal pertama yang saya cari ketika tiba di Korea Selatan adalah susu pisang dan Dunkin Donut. Mungkin anda terheran mengapa Dunkin Donut???? Di Korea perusahaan pembuat minuman dan donut sangat populer di Korea Selatan sehingga dapat ditemui di banyak tempat dan tentu variannyapun lebih banyak,

Di awal rute kami mengunjungi Pulau Nami. Sebuah Pulau kecil yang diambil dari nama seorang jendral yakni Jendral Nami yang sangat tersohor jaman dahulu yang sempat mejadi raja ke 7 Joseon Dynasty. Kalau beberapa dari anda belum pernah mendengar Pulau Nami mungkin anda pernah menonton sinetron Winter Sonata. Mengingat Pulau Nami saya langsung teringat pada Chicken BBQ yang luar biasa. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam hingga tiba di pelabuhan dan kami harus naik kapal kecil berbentuk topi dan menyeberang sekitar 5-10 menit. Pulau ini merupakan milik swasta dan bukan milik pemerintah. Sebuah pemandangan yang cantik dengan hiasan natal dan tahun baru menjadikan tempat ini sangat cantik sekali. Juga dengan balutan salju di tanah membuat keindahan tempat ini seperti dalam dongeng. Kami langsung saja menuju ke tempat utama drama Winter Sonata untuk berfoto ria. Di sini juga banyak disediakan api unggun sehingga kami dapat menghangatkan badan. Tidak ketinggalan juga banyak sekali kedai yang menjual makanan-makanan.






Setelah selesai beraktifitas haripun mulai gelap dan kami segera pergi ke restoran SumHyang-Gi yang sangat terkenal dengan Ayam Panggang BBQ. Wahh... Mantapppp..... Setelah itu kami berjalan kembali menuju pelabuhan di malam hari yang awalnya terbayang gelap ternyata bersinar banyak lampu hiasan membuat Pulau Nami tampak tidak kalah cantik di malam hari. Beberapa dia antaranya memang sebuah dekorasi tetap dan beberapa dekorasi yang hanya dipasang untuk merayakan natal dan tahun baru. Perjalanan menuju ke pelabuhan tidak terasa melelahkan dan kedinginan karena kami semua sibuk berfoto ria. Setelah tiba di pelabuhan kamipun melanjutkan menuju ke Gunung Seorak. Kami sengaja merayakan tahun baru di Gunung Seorak karena di tradisi di Korea padah tanggal 31 Desember orang-orang berbondong-bondong datang ke Gunung Seorak untuk melihat matahari pertama. Sehingga jam 6 pagi ketika langit masih gelap di musim dingin orang-orang sudah bergegas menuju laut timur untuk melihat matahari terbit.

Tanggal 1 Januari merupakan hari libur bagi seluruh negara. Kami memutuskan untuk menikmati hari libur di tempat keramaian akhirnya kami memilih Ski Resort dan di korea terdapat sebuah tempat ski terkenal di seluruh dunia yakni Vivaldi Park. Setelah melewati kemacetan sehingga memakan waktu yang cukup lama akhirnya kami tiba di Ski Resort. Walaupun tidak ikut mencoba permainan tersebut tapi kebahagiaan dan suasana semangat baru di tahun sangat terasa. Di sana akhirnya dihabiskan dengan berfoto, berbelanja perlengkapan dingin dan mencicipi jajanan-jajanan. Berbicara tentang jajanan di musim dingin saya memilih Topokki yang merupakan tepung beras diberi bumbu sedikit pedas dan disajikan dengan panas. Wah sunggu suasana yang pas. Luar Biasa!!!!

Vivaldi ini sendiri diambil dari nama hotel dan tempat ski juga diberi nama Vivaldi sedangkan daerahnya adalah Hongcheoun-gun. Daerah sini merupakan tujuan utama untuk bermain ski. Dalam perjalanan menuju ke Vivaldi Park kami disambut oleh hujan salju yang cukup lebat. Di kanan kiri tampak banyak sekali toko yang menyediakan persewaan peralatan ski. Di kompleks area bermain ski sendiri dapat anda temukan toko-toko yang menjual peralatan bermain dan baju dingin. Sehingga cukup menarik untuk berburu pakaian dingin. Ketika hari mulai gelap kami memutuskan untuk kembali ke kota Seoul.

Suhu di kota Seoul relatif lebih hangat. Walaupun kota Seoul juga terletak di utara negara Korea Selatan. Setibanya di kota Seoul hati ini langsung ingin menikmati makanan paling khas yakni sup ayam ginseng. Untung saja ada 1 restoran yang mau menunggu kami untuk datang. Langsung saja kami meluncur ke restoran untuk menikmati sup ayam ginseng.

Saya sendiri mungkin sudah cukup sering mengunjungi kota Seoul. Jadi mungkin dapat dikatakan saya tidak begitu mengejar tempat obyek wisata dan saya bukan tipikal orang yang suka berbelanja sehingga saya memilih untuk berburu makanan. Saya sengaja meminta untuk tidak mendapatkan makanan Chinese Food. Di tulisan saya sebelumnya saya telah menuliskan banyak makanan-makanan lokal. Kali ini saya masih tetap mencicipi yang hampir serupa akan tetapi berbeda tempat. Beberapa makanan baru lokal dan snack yang saya coba seperti: 
- Champong: merupakan makanan berupa sup mie yang isinya berupa campuran banyak sayur dan daging (gurita, ayam/babi, udang). Ada juga versi lainnya yakni champong bap yang membedakan hanya mie diganti dengan nasi.

- Fried Chicken: Delivery BBQ Chicken sangat terkenal di Korea. Jadi saya mencoba untuk membeli rasa lain yakni black Pepper. Hmmm... walaupun nikmat tapi saya tetap menyukai BBQ original biasanya. Mereka sendiri menjual dalam berbagai macam rasa. Harga di kisaran 15-19rb KRW

- Healthy Tea: Korea cukup terkenal akan minuman tehnya. Akan tetapi biasanya yang cukup terkenal adalah teh ginseng, green te dan omija (teh dengan rasa buah). Kali ini saya mencoba teh panas dengan rasa pome dan apel. Rasanya cukup unik karena benar-benar khas dan mungkin saya belum pernah menemuinya di tempat lain. Apalagi diminum dengan penyajian panas wah benar-benar melegakan tenggorokan.

Kembali membahas tentang suasana Dinngin di Korea. Walaupun suhu di luar menunjukkan minus 2 tapi hal ini tidak menghalangi orang-orang untuk keluar berjalan-jalan. Beberapa area wisata dan tempat belanja kami kunjungi. Semuanya penuh dipadati oleh orang lokal maupun turis, terlebih lagi turis Indonesia. Satu hal yang cukup menarik di Korea terdapat banyak kolam kecil yang mana akan membeku di musim dingin. Hal ini menjadi pemandangan tersendiri di Korea Selatan. Seoul merupakan sebuah kota yang dibangun dengan ciri khas tersendiri. Mungkin saya katakan hal ini sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata kecuali anda menyaksikannya sendiri. Terlebih lagi di musim dingin, pantas saja Seoul selalu identik dengan suasana Romantic Winter. Penataan kota yang memiliki wajah berbeda karena banyaknya cafe dan restoran dengan suasana winter yang menambah keromantisan kota ini menjadi daya tarik tersendiri. Saya sempat berpikir mungkin drama Korea digemari selain karena pemainnya yang memiliki tampang menjual wajah kotanya-pun menjadi daya tarik tersendiri untuk ditonton.

Kemarin saya mencoba berjalan-jalan dengan subway walaupun memang tidak begitu mudah karena memiliki banyak line atau jalur. Hal ini membuat saya mulai melirik Negeri ginseng tersebut. Dahulu juju saya tidak begitu tertarik dengan negeri tersebut di waktu musim panas. Akan tetapi beberapa musim yang saya lihat di Korea memberikan mereka wajah tersendiri dan berbeda tiap musimnya. Bagi saya pemandangan tercantik berada pada saat winter. Selain lukisan salju cantik yang diberikan oleh fenomena alam ini. Juga banyaknya hiasan kota untuk menyambut hari natal dan tahun baru. Sehingga kota tampak sangat hidup, cantik dan berwarna. Sungguh luar biasa pemerintah mencoba membangun daya tarik untuk turis. Hal ini menjadikan Korea Selatan menjadi salah satu tujuan yang sangat diminati di musim dingin.









No comments:

Post a Comment